Menjemput yang Tertinggal, Mengemaskan yang Tercecer, Mengingatkan yang Terlupa " ELING LAN WASPADA"

Selasa, 05 Oktober 2010

ILMU KANTONG BOLONG

by Budaya Nusantara on Monday, October 4, 2010 at 9:05pm

Ilmu Kantong Bolong.karena sulitnya untuk dilaksanakan maka Drs.RMP.Sosro Kartono mengatakan " OMONG KOSONG " seperti yang tertera dalam surat beliau yang dikirim dari Binjei Medan SUMUT pada tanggal 12 November 1931.

Lengkapnya sebagai berikut :

1. ILMU KANTONG BOLONG
" NOELONG PEPADHANE , ORA NGANGGO MIKIR
WAJAH , WADHOEK , KANTONG , JEN ANA ISI
LOEMOENTOER MARANG SESAMI ".

2. ADJI PRING
" SOESAH PADA SOESAH , SENENG PADA SENENG
ELING PADA ELING , PRING PADA PRING ".

D J A K A P R I N G

Berbahagialah orang yang masih dapat dan punya kesempatan menolong orang lain, jika anda tidak dapat menolong dengan materi atau benda dan uang maka anda masih dapat menolong orang lain dengan tenaga , pikiran atau dengan kata-kata. Ada contoh pertanyaan dari orang yang sering berkata : aku tak punya apa-apa, apa yang akan aku berikan kepada anda ?" bagaimana mau menolong mereka ? aku sendiri juga menderita ?!".

Demikianlah yang yang sering kita dengar sehari-hari kebanyakan orang yang berkata-kata, sebenarnya, bukannya mereka tak punya uang atau tak punya apa-apa, tetapi enggan menolong, takut kalau dirinya sendiri nantinya kekurangan. Demikianlah manusia begitu " EGOISTIS " pada sekarang ini.Tetapi sebaliknya berikanlah apa yang anda dapat berikan, sekalipun sedikit itu sudah banyak bagi orang lain yang sedang kesusahan, menderita atau membutuhkan.

Sebagai seorang manusia yang punya perasaan lakukanlah perbuatan yang mulia, yakni : Menolonh orang-orang yang menderita, yang kekurangan, yang sedang kesakitan, sedikit saja yang anda berikan dengan senang hati serta ikhlas dan tanpa pamrih, maka TUHAN akan membalas kebaikan pada anda berlipat ganda.

" SUARA BATIN YANG SUCI " menjadi petunjuk dalam hidupmu, bukan memberi karena riak, dan yang disebut orang yang berbudi adalah tidak tega melihat penderita orang lain, hatinya yang terharu disertai dengan pemberiannya, tangannya selalu terbuka untuk menolong orang-orang yang menderita atau dalam kesusahan.

Berikanlah sesuatu dan jangan minta balasan sebab MATAHARI adalah contoh yang sangat baik dan benar.Matahari selalu memberikan sinarnya tanpa minta balasan, siapa saja pasti dikenai sinarnya tiada pilih kasih semua sama pasti disinarinya. Matahari pasti selalu memberi , memberi dan memberi sinar yang abadi. Sebagai manusia kembangkanlah selalu sifat-sifat mulia dan budi luhur yang disertai dengan ikhlasan, kesediaan berkorban dan penuh dengan kasih sayang. Ingatlah jangan pernah membicarakan amal, perbuatan baik anda kepada orang lain, memuji kebaikan diri sendiri, bukanlah suatu hal yang terpuji.

Dengan ILMU KANTONG BOLONG ini, lalu apa yang yang dapat kita ambil hikmatnya, karena ajaran dari BELIAU tidak pernah memikirkan harta apalagi jabatan bahkan yang mengherankan sang swargi tidaklah menikah sampai pada akhir riwayatnya, prinsipnya hanya tahu menolong dan menolong orang tanpa menerima imbalan sama sekali malah sebaliknya beliaulah yang memberikan kepada orang yang menderita tersebut. Dengan Ilmu KANTONG BOLONG ini , lalu apa yang beliau dapatkan ? hanya : " GANJARANE , AYU LAN ARUME SESAMI ".Lalu apa artinya " ADJI PRING " tidak lain mengingatkan sesama hidup agar " AMONG GUYUB " dan saling tolong menolong serta berbagi dalam suka dan duka.

" PRING PADHA PRING "

" SUSAH PADHA SUSAH "

" SENENG PADHA SENENG "

" ELING PADHA ELING "

" PRING PADHA PRING "

SALAM ... API ... PANCASILA ... MERDEKA ... MERDEKA ... MERDEKA !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar