Menjemput yang Tertinggal, Mengemaskan yang Tercecer, Mengingatkan yang Terlupa " ELING LAN WASPADA"

Kamis, 23 September 2010

MORALITAS SOSIAL KEBAJIKAN

ETIKA KEBAJIKAN HARUS DILATIH SEPERTI KETRAMPILAN LAIN , CONTOH ORANG YANG LATIHAN OLAH RAGA TIDAK BISA HANYA MELALUI TIORI ATAU HANYA MEMBACA BUKU TETAPI SESUNGGUHNYA HARUS LEBIH BANYAK PRAKTEK DALAM LAPANGAN . KEBAIKAN BUKAN PENGETAHUAN MORAL ATAU KEBIJAKSANAAN YANG MEMBUAT KEPUTUSAN YANG BENAR , TETAPI KEMAMPUAN , KEMAUAN DAN KETRAMPILAN BATINIAHLAH YANG DISEBUT KEBAJIKAN. KEBAJIKAN TIDAK STATIS , SEPERTI SESUATU YANG ADA ATAU TIDAK ADA , SETIAP ORANG KURANG LEBIH BAIK DENGAN KEMAMPUAN MORAL YANG BERANEKA RAGAM. SESEORANG SANGAT SABAR ( KEBAJIKAN KESABARAN ) TETAPI KURANG BERANI. YANG LAIN BERANI TETAPI KURANG SABAR. SESEORANG BISA JUJUR TENTANG HAL TERTENTU , TETAPI MENIPU DIRI SENDIRI TENTANG HAL YANG LAIN.KITA SEBAIKNYA BERTUMBUH DALAM KEBAJIKAN YANG TIDAK PERNAH SEMPURNA , NAMUN BISA KATAKAN BAHWA ORANG TERTENTU PADA UMUMNYA SANGAT BAIK DAN ORANG TERTENTU YANG LAIN , LEMAH SEKALI DALAM KEBAJIKAN. SIAPA ANDA PERCAYA , SEORANG BAIK YANG BINGUNG TENTANG APA YANG HARUS DILAKUKAN , ATAU SEORANG JAHAT YANG SANGAT PINTAR DAN MENGERTI SEMUA FILSAFAT MORAL , PRINSIP MORAL ETIS , ILMU SOSIAL DAN LAIN-LAINNYA ??? TENTU SAJA KITA LEBIH PERCAYA ORANG BAIK DARI PADA ORANG YANG PINTAR. MEMANG ETIKA MORALITAS SOSIAL KEBAJIKAN HARUS TERJADI SEBUAH PROSES ALAMI DAN APAKAH ETIKA REVOLUSI SPIRITUAL ATAU REVOLUSI SEJARAH BUDAYA HARUS TERJADI ? PASTI INI SEMUA TIDAKLAH MUDAH ATAU GAMPANG SEPERTI MEMBALIKKAN TELAPAK TANGAN TERKECUALI APABILA KALAU SUDAH KEHENDAK TUHAN YANG JADI. DALAM ILMU ETIKA KEBAJIKAN , MASALAH UTAMA BUKAN BAGAIMANA SUPAYA TAHU APA YANG BENAR , TETAPI BAGAIMANA MEMBANGUN KEMAMPUAN UNTUK MELAKUKANNYA. KEMAMPUAN SESEORANG TIDAK HANYA DIWARISI SECARA BIOLOGIS TETAPI JUGA DAPAT DIPELAJARI LEWAT LATIHAN. OLEH KARENA ITU , KEBAJIKAN BISA DISEBUT SEMACAM KETRAMPILAN , KEBAJIKAN TIDAK BISA DIPELAJARI DARI SEBUAH BUKU SAJA , TAPI HARUS SAMPAI MENJADI KEBIASAAN. MEMANG SESEORANG DAPAT MEMBUAT KEPUTUSAN UNTUK BERTINDAK SECARA BAIK , TETAPI KEBAJIKAN SEJATI ADALAH KEBIASAAN YANG TIDAK MEMERLUKAN KEPUTUSAN. SESEORANG YANG SUNGGUH JUJUR TIDAK HARUS MEMBUAT KEPUTUSAN TENTANG APAKAH BOLEH BOHONG ATAU TIDAK , KECUALI DALAM SITUASI YANG SANGAT LUAR BIASA DAN RUMIT. DIA TIDAK BERBOHONG , MUNGKIN OLEH KARENA KEBAJIKAN LAIN YANG LEBIH TINGGI DARI KEJUJURAN DALAM SITUASI TERTENTU.DALAM ERA POST MODERN , BANYAK ORANG YANG PERCAYA ADA CERITA YANG BENAR SECARA FAKTA DAN UNIVERSAL TETAPI HANYA CERITA-CERITA LOKAL YANG SERING KALI BERTENTANGAN. SETIAP ALIRAN DALAM TIPOLOGI ETIKA SOSIAL MEMPUNYAI CERITA SENDIRI YANG MEMBENARKAN PENDEKATAN ETIKA SOSIAL SENDIRI YANG PALING UNGGUL , APALAGI DALAM NEGARA MAJEMUK INDONESIA , ADA BANYAK CERITA BERBEDA YANG MENJELASKAN MAKNA SEJARAH INDONESIA DAN ARAH PALING TEPAT UNTUK MASSA DEPAN. OLEH KARENA ITU , SETIAP KELOMPOK PUNYA CERITA YANG MELEBIHI BAYANGAN ATAU KEPENTINGAN SEORANG PRIBADI. KALAU ADA BEGITU BANYAK CERITA YANG HARUS DIDENGAR , APAKAH ITU BERARTI TIDAK CERITA YANG BENAR ? MARILAH KITA TELITI DAN SELIDIKI KEBENARAN SEJARAH SEJATI DARI SUMBER PELAKU SEJARAH YANG ABADI MENCARI , MENGGALI DAN MENELITI SECARA FAKTA YANG TIDAK DAPAT DIPUNGKIRI OLEH ZAMAN , WALAUPUN KEBENARAN SEJARAH ITU LAMBAT DAN PAHIT DITERIMA OLEH ORANG BANYAK JAWABANNYA HANYA WAKTU JUGA DAPAT MENENTUKAN PADA KODRATINYA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar