Menjemput yang Tertinggal, Mengemaskan yang Tercecer, Mengingatkan yang Terlupa " ELING LAN WASPADA"

Kamis, 23 September 2010

PANDANG HIDUP RAKYAT JELATA

BERBICARA MENGENAI MASALAH PANDANGAN HIDUP YANG SEMESTINYA PARA PEMBICARA SENDIRI SUDAH LEBIH MENGERTI ATAU PAHAM DARI PADA YANG DIUNGKAPAN DISINI SEBAGAI BERIKUT :

RAHAYU , RAHAYU , RAHAYU !!!

SEBELUMNYA SAYA MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA KEPADA SAUDARA-SAUDARKU SEBANGSA DAN SETANAH AIR INDONESIA DAN DISINI SAYA HANYA INGIN MENAMBAHKAN WAWASAN TENTANG TANGGAP , KESADARAN DAN TOLERANSI , SESUAI DENGAN DASAR NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ( NKRI ), YAITU P A N C A S I L A B H I N N E K A T U N G G A L I K A DAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945. INI SUDAH JELAS SESUAI YANG TERSURAT DIDALAM PANCASILA ISI SILA YANG PERTAMA ADALA KETUHANAN YANG MAHA ESA - YANG TERDIRI DARI 4 BUTIR DAN UUD 1945 YANG TERSURAT DALAM BAB XI , BAB AGAMA PASAL 29 AYAT 1 DAN 2 DAN YANG DISUSUL DENGAN PASAL 30 AYAT 1 DAN 2.

SAYA BERUSAHA MENJELASKAN DARI PASAL DAN AYAT YANG SUDAH DIJELASKAN DIATAS , KITA MULAI DARI PENJELASAN KETUHANAN YANG MAHA ESA DARI BUTIR PERTAMA SAMPAI YANG KEEMPAT SEBAGAI BERIKUT :

1. PERCAYA DAN TAKWA TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA MENURUT AGAMA DAN KEPERCAYAANNYA YANG BERBEDA-BEDA SESUAI DENGAN KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB.

2. HORMAT MENGHORMATI DAN BEKERJASAMA DIANTARA PEMELUK AGAMA DAN PENGANUT KEPERCAYAAN YANG BERBEDA-BEDA SEHINGGA SELALU TERBINA KERUKUNAN HIDUP.

3. SALING MENGHORMATI KEBEBASAN MENJALANKAN IBADAH MENURUT AGAMANYA MASING-MASING DAN KEPERCAYAANNYA ITU.

4. TIDAK MEMAKSAKAN AGAMA DAN KEPERCAYAANNYA KEPADA ORANG LAIN.

DISINI SUDAH JELAS , APABILA SEMUA RAKYAT INDONESIA SUDAH MAU MENERIMA DAN MEMAHAMI APALAGI MENGAMALKAN AJARAN TERSEBUT TENTANG BUTIR DALAM SILA KETUHANAN SECARA KESELURUHAN DARI BUTIR PERTAMA SAMPAI YANG KEEMPAT , SAYA YAKIN DAN PERCAYA MASYARAKAT BANGSA INDONESIAAKAN BISA HIDUP RUKUN , DAMAI DAN TENTRAM SERTA SENTOSA SECARA SEUTUHNYA BISA BERDAMPINGAN DAN YANG TERSURAT DALAM BUTIR KEDUA YANG BERBUNYI HORMAT MENGHORMATI DAN KERJASAMA DIANTARA PEMELUK AGAMA DAN PENGANUT KEPERCAYAAN YANG BERBEDA-BEDA SEHINGGA TERBINA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA.



KEMUDIAN BUNYI SILA KETUHANAN BUTIR YANG KEEMPAT , TIDAK MEMAKSAKAN AGAMA DAN KEPERCAYAANNYA KEPADA ORANG LAIN ATAU MENGHASUTNYA. DISINI SUDAH CUKUP JELAS BAHWA SUMBERNYA KERUKUNAN HIDUP BERMASYARAKAT , BERBANGSA DAN BERNEGARA ITU BERSUMBER DARI PENGAMALAN DARI SILA PERTAMA KETUHANAN YANG MAHA ESA.



PENJELASAN DARI BAB XI BAB AGAMA PASAL 29 AYAT 1 DAN 2 YANG BUNYINYA SEBAGI BERIKUT :

1. NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ( NKRI ) BERDASARKAN ATAS KETUHANAN YANG MAHA ESA.

2. NEGARA MENJAMIN KEMERDEKAAN TIAP-TIAP PENDUDUK UNTUK MEMELUK AGAMANYA MASING-MASING ( BERBEDA-BEDA ) DAN BERIBADAH MENURUT AGAMA DAN KEPERCAYAANNYA ITU.

DEMIKIAN PENJELASANNYA :

KEYAKINAN ATAU KEPERCAYAAN MASYARAKAT BANGSA INDONESIA TERWUJUD DALAM DUA ( 2 ) KELOMPOK KEYAKINAN YAITU LEWAT AJARAN AGAMA DAN AJARAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA. NAMUN DIJAMIN KEMERDEKAANNYA OLEH NEGARA , KARENA AGAMA DAN KEPERCAYAAN ITU SENDIRI BUKAN PEMBERIAN NEGARA ATAU GOLONGAN TERTENTU. KARENA AGAMA DAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA ITU SENDIRI BERSUMBER DARI HATI NURANI YANG SANGAT TERDALAM , DAN TIDAK DAPAT DIPAKSAKAN SEBAB ITU ADALAH SANGAT-SANGAT PRIBADI ANTARA HUBUNGAN PRIBADI KITA KEPADA TUHAN SANG PENCIPTA ALAM SEMESTA JAGAR RAYA.



MAKA , KALAU KITA MAU MENYADARI DENGAN JERNIH DAN SUCI UNTUK MENGHAYATI DAN MENGAMALKAN PANCASILA DAN UUD 1945 DIJADIKAN PANDANGAN HIDUP TOLERANSI BERAGAMA UNTUK BERMASYARAKAT , BERBANGSA DAN BERNEGARA SESUNGGUHNYA KITA AKAN MENCAPAI KEMERDEKAAN YANG SEJATI.

KEMUDIAN DISINI DITAMBAHKAN DENGAN YANG TERSURAT DIDALAM UUD 1945 PASAL 30 AYAT 1 DAN 2 YANG BUNYINYA SEBAGAI BERIKUT :

1. SETIAP WARGA NEGARA BERHAK DAN WAJIB UNTUK IKUT SERTA DIDALAM USAHA PEMBELAAN NEGARA.

2. ADAPUN PEMBELAANNYA DIATUR OLEH UNDANG-UNDANG.

DISINI SUDAH JELAS SEKALI , APABILA MASYARAKAT BANGSA INDONESI MASIH MAU MENGHAYATI DAN MELAKSANAKAN ATAU MENGAMALKAN PANCASILA DAN UUD 1945 SECARA MURNI DAN KONSEKUEN DAN SERTA MELESTARIKAN , MELAKSANAKAN WARISAN-WARISAN LUHUR SEJARAH BUDAYA INDONESIA YANG ADILUHUNG PASTI MASYARAKAT BANGSA INDONESIA MENJADI NEGARA BESAR DAN MAKMUR DINEGARA-NEGARA DUNIA SAAT INI , CONTOH HAL SEPERTI PERNAH DIALAMI ZAMAN KEEMASAN DAN KEJAYAAN KERAJAAN MOJOPAHIT DULUNYA YANG DISEGANI DAN DITAKUTI OLEH KAWAN DAN LAWAN PADA ZAMANNYA. YANG TERKENAL DENGAN " SUMPAH AMUKTI PALAPA " DIIKRARKAN OLEH MAHA PATIH GAJAH MADA. DAN DIERA PERJUANGAN MUNCUL JUGA " SUMPAH PEMUDA " YANG DIKRARKAN OLEH BUNG TOMO KARENA ITU INGATLAH PENINGGALAN PARA LELUHUR KITA MAUPUN PARA PEJUANG YANG RELA BERKORBAN NYAWA , HARTA , BENDA MAUPUN KELUARGANYA YANG HARUS KITA TELADANI , HAYATI DAN DIMAKNAI KARENA PENGORBANAN MEREKA TANPA PAMRIH DEMI TERCAPAINYA CITA-CITA YANG BERDAULAT DAN SEUTUHNYA. SEPERTI YANG PERNAH DIAMANATKAN OLEH PRESIDEN PERTAMA REPUBLIK INDONESI BUNG KARNO " J A S M E R A H " JANGAN PERNAH SEKALI-KALI MENINGGALKAN SEJARAH , SEBAB BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHORMATI JASA PARA PEJUANGANNYA.



DEMIKIANLAH WAWASAN PANDANGAN HIDUP DARI RAKYAT JELATA YANG SANGAT PEDULI KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA YANG BERBEDA-BEDA PADAHAL KALAU KITA HAYATI PERBEDAAN ITU IDAH TAPI MARI KITA CARI AKAR KEBERSAMAANNYA DAN MASIH BANYAK HAL SEJARAH BUDAYA NUSANTARA YANG BELUM DAPAT TERUNGKAP , OLEH KARENANYA MARILAH KITA BERGANDENGAN TANGAN DAN BERKERJASAMA SESUAI BUTIR SILA YANG KETIGA PANCASILA YAITU PERSATUAN INDONESIA UNTUK MENGENAL JATI DIRI BANGSA YANG SEUTUHNYA. M E R D E KA , M E R D E K A , M E R D E K A.....



SELAYANGAN PANDANG AMANAH SIKAPUR SIRIH PEPATAH MELAYU :



" KALAU BERNAUNG DIBAWAH POHON YANG RINDANG HENDAK JANGAN LUPA SIAPA PENANAMNYA " ARTINYA LUAS :

KALAUPUN KITA BISA TERTAWA DAN BANGGA SAAT INI JANGAN PERNAH MENINGGALKAN HAL SEJARAH DULUNYA.



" KALAU ADA JARUM YANG PATAH TOLONG JANGAN DISIMPAN DALAM LEMARI "

KALAU ADA KATA YANG SALAH TOLONG DIBUKAKAN PINTU MAAF YANG TULUS , IKHLAS DIDALAM HATI.



SALAM API PANCASILA ..... RAHAYU , RAHAYU , RAHAYU NING JAGAT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar