Menjemput yang Tertinggal, Mengemaskan yang Tercecer, Mengingatkan yang Terlupa " ELING LAN WASPADA"

Kamis, 23 September 2010

TIRATANA

TIRATANA ATAU TIRATNA ( 3 PERMATA ),MERUPAKAN DASAR KEYAKINAN UMAT BUDDHA YANG TERDIRI DARI . 1.PERMATA BUDDHA.2.PERMATA DHAMMA.3.PERMATA SANGHA.

SANG BUDDHA ADALAH MANUSIA YANG SUDAH MENCAPAI PENCERAHAN ATAU BERTINDAK SEBAGAI GURU , DHAMMA ADALAH AJARAN PENCERAHAN DAN SANGHA ADALAH SISWA-SISWA YANG MENCAPAI PENCERAHAN SETELAH BERHASIL MENGIKUT AJARAN TERSEBUT.

PENGERTI BUDDHA BERBEDA DENGAN PERMATA BUDDHA , PERMATA DHAMMA DAN PERMATA SANGHA , ISTILAH PERMATA DISINI ADALAH MERUPAKAN SEBUTAN BAGI SESUATU YANG TINGGI NILAI SPIRITUALITASNYA. JADI INI DIPERGUNAKAN UNTUK MENYEBUTKAN HAKEKAT KESUCIAN.

PERMATA BUDDHA ADALAH HAKEKAT KE-BUDDHA-AN YAITU PENCERAHAN , PEREALISASI NIBBANA ( KEBEBASAN MUTLAK )

PERMATA DHAMMA ADALAH HAKEKAT KE-DHAMMA-AN.

PERMATA SANGHA ADALAH HAKEKAT KE-SANGHA-AN YAITU PENCERAHAN , PEREALISASIAN NIBBANA JUGA. DAN NIBBANA ADALAH BUKAN SORGA DALAM AGAMA BUDDHA , NIBBANA BUKAN MERUPAKAN SUATU TEMPAT ATAU ALAM KEHIDUPAN YANG TERTENTU. NIBBANA BERARTI TIDAK BERADA DISORGA ATAU ALAM MANAPUN , NAMUN MERUPAKAN TUJUAN AKHIR BAGI KEHIDUPAN BERAGAMA UMAT BUDDHA.

EKSISTENSI GURU , AJARAN , MAUPUN SISWA-SISWA SALING BERLAINAN TETAPI , MEMILIKI KESAMAAN PADA HAKEKATNYA YAITU PENCERAHAN , PENERANGAN SEMPURNA ATAU PEREALISASIAN NIBBANA. UMAT BUDDHA MEMILIKI KEYAKINAN TERHADAP PENCERAHAN YANG TERDAPAT DALAM BUDDHA , DHAMMA DAN SANGHA. OLEH KARENA ITU UMAT BUDDHA MELAKUKAN PENGHORMATAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAAN TERHADAP BUDDHA , DHAMMA DAN SANGHA ATAU TIRATANA. HAL ITU TERCERMIN DALAM KEYAKINAN UMAT BUDDHA SEBAGAI BERIKUT " AKU BERLINDUNG DALAM BUDDHA , AKU BERLINDUNG DALAM DHAMMA DAN AKU BERLINDUNG DALAM SANGHA ".

KEYAKINAN TERHADAP PENCERAHAN MERUPAKAN TEMA INTI SARI AJARAN SANG BUDDHA , UMAT BUDDHA BERUPAYA MEMPEROLEH PENCERAHAN BATIN SEBAGAI PERILAKU HIDUP BERAGAMANYA. UPAYA PENCAPAIAN PENCERAHAN BATIN INI DILAKUKAN MELALUI CARA HIDUP YANG MELATIH ATAU MENGEMBANGKAN SEBAGAI BERIKUT ;

A. KEBIJAKSANAAN ( PANNA )

B. KESUSILAAN ( SILA )

C. MEDITASI ( SAMADHI )

KEYAKINA UMAT BUDDHA DITUMBUH KEMBANGKAN DARI PENGERTIAN ATAU PEMAHAMAN TERHADAP AJARAN BUDDHA , MAKIN TINGGI PEMAHAMAN UMAT BUDDHA TERHADAP KEBENARAN AJARAN BUDDHA BERARTI MAKIN KUAT PULA KEYAKINANNYA. PENGERTIAN ATAU PEMAHAMAN ITU DIBVANGUN BERDASARKAN AKAL SEHAT TETAPI HAL ITU HANYALAH AWAL DARI KEYAKINAN.

KEYAKINAN YANG SESUNGGUHNYA AKAN TIMBUL SETELAH ORANG ITU MENGALAMI , MENGETAHUI , MELIHAT SENDIRI TETAPI KEYAKINAN BUKANLAH KEPERCAYAAN , KEYAKINAN UMAT BUDDHA ADALAH BUDDHA , DHAMMA DAN SANGHA YANG KALAU DIJABARKAN ADALAH SEGALA AJARAN BUDDHA YANG TELAH SEMPURNA , SEDANGKAN HIDUP UMAT BERAGAMA BUDDHA DITANDAI DENGAN PELAKSANAAN LATIHAN DIRI DALAM BIDANG KEBIJAKSANAAN , KESUSILAAN DAN MEDITASI.

KEBIJAKSANAAN DAPAT DIPEROLEH MELALUI a.MENDENGAR , MEMBACA DAN BERCAKAP-CAKAP , b.MEMIKIR , MERENUNG , c.BERMEDITASI. KESUSILAAN BUDDHA BERMACAM-MACAM SESUAI DENGAN KEMAMPUAN PELAKSANAAN UMAT BUDDHA , KESUSILAAN YANG PALING DASAR ADALAH P A N C A S I L A BUDDHA. YAITU MENGHINDARI PEMBUNUHAN MAHLUK HIDUP , PENCURIAN , PERZINAHAN , PEMBICARAAN TIDAK BENAR , DAN MINUM-MINUMAN KERAS. MEDITASI BUDDHA ADALAH LATIHAN PENGEMBANGAN BATIN MENUJU KETENANGAN DAN PENCERAHAN BATIN.ULASAN TERSEBUT DIAWALI DENGAN PENGENALAN SECARA JELAS PERIHAL KEBERADAAN HIDUP INI , SADAR BAHWA PENDERITAAN AKAN MUNCUL BEGITU HIDUP DIKUASAI HAWA NAFSU KEINGINAN , MAKA DIUPAYAKAN HIDUP TANPA NASFU KEINGINAN UNTUK MEMPEROLEH KEBAHAGIAAN SEJATI.

PENCERAHAN ADALAH LENYAPNYA HAWA NAFSU KEINGINAN , HIDUP BERSAMA PENCERAHAN ADALAH CORAK HIDUP YANG DIUPAYAKAN DALAM KEHIDUPAN UMAT BERAGAMA BUDDHA SEHARI-HARI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar