Menjemput yang Tertinggal, Mengemaskan yang Tercecer, Mengingatkan yang Terlupa " ELING LAN WASPADA"

Jumat, 05 November 2010

MENGHINDARI UCAPAN TIDAK BENAR

Rahayu saudaraku...Ucapan tidak benar bermakna mengucapkan sesuatu yang bukan merupakan kebenaran, kriteria suatu ucapan tidak benar apabila memenuhi 4 syarat yaitu :

1. Adanya hal yang tidak benar.

2. Mempunyai pikiran untuk berdusta / mengucapkan

3. Berupaya berdusta / menyampaikan.

4. Orang lain mempercayainya / menerimanya.

Objek berkata tidak benar adalah hal yang tidak benar, keterangan palsu yang dimaksudkan adalah keterangan palsu dapat menimbulkan kerugian orang lain, misalnya menjadi saksi hukum yang palsu. Akan lain halnyaapabila seseorang dokter berkata tidak benar terhadap pasiennya yang menderita penyakit berat, hal ini akan menjadi tidak melanggar peraturan moral apabila dilakukan dengan tujuan supaya tidak menimbulkan kecemasan yang dapat memperparah kesehatannya. Demikian pula penggunaan cara berbicara atau menulis yang tersebut " EUPHEMISME ". Hal ini tidak termasuk obyek berbohong, sebab maksud dari penggunaan cara itu adalah demi kerapian, kesopanan atau kebiasaan tata bahasa yang lazim dipergunakan, juga tatkala seseorang bercerita ( misalnya cerita binatang yang saling bercakap-cakap), maksud cerita itu untuk menghibur, mempermudah komunikasi menganjurkan sesuatu,sama sekali tidak bermaksud merugikan pendengar.

Kehendak berkata tidak benar pada umunya karena adanya kepekatan 3 macam faktor kekotoran batin dan apabila tidak disadari secara dini, berkata tidak benar dengan fakta akan menjadi suatu kebiasaan buruk yang berlarut-larut. Upaya berbicara tidak benar dapat terjadi dari 3 macam diantaranya :

1. KEBOHONGAN....misalnya : bohong terang-terangan, melanggar sumpah, membual, berpura-pura, mempermainkan kata-kata(sok tahu)secara licik atau melebih-lebihkan.

2. PENGHASUT , PEMAKIAN.....misalnya : mengadu domba, menyindir bukan pada tempatnya atau dihadapan orang banyak, menghina keadaan orang lain,kawan dan temannya dan yang selalu mengukur karena harta.Dan tidak mau menghargai karya seseorang.

3. MELANGGAR JANJI.....misalnya : berkata tidak benar ini akan menyebabkan orang lain yang menerimanya mengalami kerugian atau menderita dan menganggap sepele persoalan.

Salah ucapan karena tidak disadari, tidak termasuk dalam katagori berkata tidak benar, salah pengertian pada saat menjawab pertanyaan tertentu, tidak termasuk dalam katagori berkata tidak benar sebab tidak ada kehendak untuk berkata tidak benar. Oleh karenanya jangan pernah menganggap kecil orang lain dihadapan kita karena manusia tidak bisa diukur karena uang , harta , tahta , mahkota dan jabatan tertentu. Marilah kita intropeksi diri apakah yang kita perbuat kepada orang lain,orangtua, keluarga, suami , isteri, anak-anak, sahabat, kawan, teman, tetangga dan lingkunganmu sudah benar !! dan tidak serta merta berbohong , pendusta dan omong besar !!!

LESTARI WIDODO RAHAYU , RAHAYU , RAHAYU , NING JAGAT RAYA .

SALAM SEMANGAT ... API PANCASILA ... MERDEKA , MERDEKA , MERDEKA .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar