Menjemput yang Tertinggal, Mengemaskan yang Tercecer, Mengingatkan yang Terlupa " ELING LAN WASPADA"

Senin, 15 November 2010

ROHANIWAN KONGHUCU

Rohaniwan agama KONGHUCU berfungsi sebagai pemimpin umat,pembawa khotbah dan menaikan doa,memberi pengajaran agama,pembinaan pelaksanaan upacara keagamaan dan melakukan pelayanan umat dan masyarakat,ad 3 tingkatan kerohaniwan :

1. KAUSING : penebar agama yang berperan sebagai pelayan kerohanian dan pembinaan umat.

2. BUNGSU : guru agama yang lebih berperan sebagai kaum intelektual tempat para KAUSING berkonsultasi, selain juga berfungsi sebagaimana KAUSING, umumnya BUNGSU diangkat dari kalangan KAUSING senior, yang sudah memiliki pengetahuan mengenai agama KONGHUCU secara mendalam.

3. HAKSU : pendeta dipilih diantara para BUNGSU yang sudah sangat senior, HAKSU harus seseorang yang telah mengikrarkan dirinya mengabdikan seluruh hidupnya untuk keperluan kemajuan agama, dalam hal ikwal harus mengambil keputusan yang belum ada presidennya, para rohaniwan merujuk kepada pendapat para HAKSU.

Di Indonesia para rohaniwan mempunyai wadah yang bernama Dewan Rohaniwan dibawah naungan MATAKIN, disamping rohaniwan formal diatas, bagi umat KONGHUCU setiap kepala rumah tangga harus bertindak menjadi bapak rohani bagi keluarganya. Memimpin sembahyang dialtar keluarga, mengajak anggota keluarga melakukan meditasi ( CING COO ), dan memberikan teladan dalam berpantang.

HUBUNGAN KEMASYARAKATAN UMAT KONGHUCU

Praktek kehidupan berkebajikan yang diridhoi TUHAN tidak lepas dari pergaulan dan hidup bermasyarakat, maka jalan suci itupun didapat 5 hubungan kemasyarakatan ( NGO LUN ), atau 5 perkara jal;an suci yang harus ditempuh,hubungan pemimpin dengan rakyatnya, hubungan orangtua dengan anaknya, hubungan suami dan isterinya, hubungan kakak dengan adiknya, hubungan suami dan isterinya dengan kawan-kawan dan sahabatnya. Didalam menjajalnkan 5 perkara diatas nabi KONGHUCU memberikan 3 pusaka sebagai kebajikan yang harus dilaksanakan yaitu KEBIJAKSANAAN , CINTA KASIH , BERANI ( Tengah Sempurna : XIX : 8 ), Kebijaksanaan untuk menghadapi dan memecahkan permasalahan secara tepat, Cinta Kasih sebagai dasar perbuatan yang menumbuhkan semangat, Keberanian didalam menegakkan kebenaran dan tidak cemas mengahdapi tantangan." Suka belajar itu mendekati kita kepada kebijaksanaan dengan sekuat tenaga melaksanakan tugas mendekatkan kita kepada cinta kasih dan rasa tahu malu mendekatkan kita kepada berani ". ( Tengah sempurna : XIX : 10 ).

Seorang umat KONGHUCU bercita-cita menjadi seorang KONGHUCU, SUSILAWAN , INSAN KAMIL yang tidak menunjukkan tentang suatu golongan atau kelompok atau suku, melainkan seorang yang benar-benar bercita-cita senantiasa menjunjung tinggi kebajikan ( SABDA SUCI VI : 13 ),Dialah pribadi insani yang mencerminkan kehendak dan firman TUHAN, tidak tergantung kepada masalah bangsa, jenis, paham, bahkan agama, tetapi didalam dirinya semarak kebajikan yang menunujukan setianya kepada TUHAN dan mencintai sesamanya manusia, maka baginya " Diempat penjuru lautan semua manusia bersaudara " ( SABDA SUCI XII : 5 ). Artinya semua manusia sederajat dan berkesempatan sama dihadapan TUHAN, siapa saja yang mengamalkan kebaikan dan mengembangkan kodratnya sebagai makhluk TUHAN pada dasarnya IA adalah seorang KONGHUCU.

" Apa yang diri sendiri tiada inginkan, janganlah diberikan kepada orang lain " ( SABDA SUCI XII : 2 ), " Seorang yang berperi Cinta Kasih ingin dapat tegak maka IA berusaha agar orang lainpun tegak, IA ingin maju maka IA berusaha agar orang lainpun maju" ( SABDA SUCI VI : 20 ).

Setiap tahun pada hari persaudaraan yaitu pada setiap tanggal 24 bulan XII ( LUNAR ) diwajibkan bagi umat KONGHUCU untuk menyisihkan sebagian hartanya bagi fakir miskin. Demikianlah ajaran KONGHUCU membimbing umatnya menempuh Jalan Suci, hidup selaras atau dalam tuntunan watak sejatinya sebagai perntayaan setianya kepada TUHAN dan menjadi saudara yang dapat dipercaya kepada sesamanya,agama KONGHUCU tidak mengenal bangsa pilihan atau umat yang dilebihkan atas yang lain. Juga tidak ada tanah suci atau tanah perjanjian, seluruh bumi ini sama sucinya, karena sama-sama diciptakan TUHAN, umat KONGHUCU harus setia kepada pemerintah dimana dia menjadi warga negara.

" Tanah air harus dijaga dari generasi ke generasi, tidak boleh ditinggalkan sekedar pertimbangan pribadi, bersiaplah untuk mati, tetapi jangan pergi ". ( BINGCU I B : 15 : 3 ).

SALAM SEMANGAT API PANCASILA BHINNEKA TUNGGAL IKA
LESTARI WIDODO RAHAYU , RAHAYU , RAHAYU NING JAGAT RAYA... MERDEKA !!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar