Mengingatkan yang terlupa, menjemput yang tertinggal, mengemaskan yang tercecer " ELING LAN WASPADA"

Rabu, 24 November 2010

VEDA ADALAH WAHYU TUHAN

Sumber utama pustaka suci agama HINDU adalah kitab VEDA, dan VEDA mempunyai otoritas paling tinggi. VEDA umumnya dikatakan ada 4 buah :

1. Rgveda

2. Yajurveda

3. Samaveda

4. Atharveda

Tetapi ada juga yang menyatakan bahwa Bhagyadgita dianggap VEDA yang kelima ( PANCAMO VEDA ).VEDA sangat diyakini sebagai wahyu,sabda TUHAN ( BRAHMAN ). Sabda Brahman itu didengar oleh para resi sehingga VEDA itu juga disebut SRUNI yang artinya : " Yang didengar oleh para resi yang diberkahi menerima wahyu itu, karena faktor kesucian dan bhaktinya ".

Oleh karena VEDA tersumber dari wahyu TUHAN, maka VEDA juga disebut APAURUSEYA yang artinya : bukan dari PURUSA atatu MANUSIA. VEDA juga diyakin tidak awalnya dan tidak pernah akan berakhir karena senantiasa relevan dengan zaman sehingga disebut ANADI ANANTA." tidak ada awal dan akhir ".Pembuktian bahwa VEDA adalah sabda TUHAN yang disebut wahyu dapat dikutip beberapa mantra berikut ini :" Dari TUHAN YANG MAHA AGUNG dan kepadaNYA umat manusia mempersembahkan berbagai YAJNYA dan dari TUHAN muncul RGVEDA dan SAMAVEDA dari TUHAN pula muncul YAJURVEDA dan ATHARVEDA ". ( YAJURVEDA.XXX.7 )

Didalam pustaka suci NIRUKTA II.II ( Tergolong VEDANGGA ) lebih jelas disabdakan sebagai berikut : " Para resi adalah mereka yang menerima wahyu ,kata resi berarti " DRASTA ".Aacaarya Umpamanyu menyatakan : meraka yang karena ketekunannya melakukan tapa menerima wahyu dari TUHAN ( BRAHMAN ) disebut RESI.

Masih banyak mantra pustaka suci yang memperkuat bahwa VEDA adalah sabda TUHAN sebagi wahyu yang langsung diturunkan oleh BRAHMAN kepada para resi, namun tentu kurang pada tempatnya bila semua itu dideretkan disini sebab akan menjadi panjang sekali, namun untuk mengunci bahwa VEDA itu sabda bRAHMAN, maka petikan sebuah mantra berikut dianggap perlu untuk menguatkannya : " Mereka yang dengan tekun melakukan tapa meditasi yang mendalam kepada BRAHMAN, maka mereka menerima wahyu mantra VEDA atas anugerah BRAHMAN YANG MAHA AGUNG " ( TAITTIRIYA,II,I )

Ada 7 Maha Resi Utama yang diyakini sebagai penerima wahyu VEDA dari BRAHMAN, ketujuh maha resi utama tersebut adalah sebagai berikut : GRTSAMADA , VISVAAMITRA , VAAMADEVA , AATRI , BHARADVAJA , VASISTHA , dan KANVA.

Sekitar 5000 tahun SM ( diantara rentang tahun 1500 SM - 1000 - 500 SM ). VEDA itu mula-mula diterima sebagai wahyu secara lisan yang disebarkan secara oral, setelah beberapa lama berkembang VEDA baru ditulis, dikodifikasi oleh VYASA KRSNADVIPAAYANA dan dibantu oleh empat orang muridnya ( Titib, 1996 : 36 - 40 ) yakni :

1. PULAHA atau PAILA menyusun RG VEDA

2. VAISAMPAYANA menyusun YAJUR VEDA

3. JAIMINI menyusun SAAMA VEDA

4. SUMANTU menyusun ATHARVA VEDA.

BRAHMAN atau TUHAN menurunkan VEDA itu diyakini hanyalah satu atau ESA, tidak ada duanya, tidak ada yang ketiga dan seterusnya., hanya saja karena kebesaran dan kemuliaanNYA, disebut dengan berbagai nama oleh orang-orang bijaksana dan para resi.VEDA sebagai wahyu TUHAN juga membicarakan aspek wujud BRAHMAN.

BRAHMAN sebenarnya adalah energi, cahaya, sinar, yang sangat cemerlang yang sangat sulit sekali diketahui wujudnya, dengan kata lain sebenarnya adalah ABSTRAK, KEKAL ABADI yang didalam agama HINDU disebut NIRGUNA atau NIRKARA BRAHMAN. Keadaan yang seperti itu disebut dalam bahasa Inggerisnya IMPERSONAL GOD," TUHAN tidak berpribadi atau TRANSENDEN ", yang berarti diluar jangkauan pemikiran manusia. Walaupun BRAHMAN pada dasarnya tidak berwujud, namun bila BRAHMAN sendiri menghendaki dirinya terlihat dan terwujud, maka hal itu sangat mudah dilakukan. BRAHMAN yang berwujud itu disebut SAGUNA atau SAKARA BRAHMAN. Kedu wujud ini dapat disimak dari mantra BHAGAVADGITA IV 6,7,8 dan BHAGAVADGITA XII,I dan 3

Eksistensi wujud BRAHMAN dapat dipaparkan lebih rinci sebagai berikut :

1. PARANAAMAM adalah TUHAN YANG MAHA TINGGI yang ABSTRAK Kekal Abadi yang tidak berpribadi ( IMPERSONAL, NIRKARA, NIRGUNA BRAHMAN ). TUHAN dalam pengertian ini adalah KEKAL ABADI dalam bentuk Angin dan Cahaya cemerlang gilang gemilang.

2. VYUHANAAMA, TUHAN berbaring pada ular dilautan susu, TUHAN dalam bentuk ini hanya dilihat oleh para DEWA, dibali TUHAN dalam kondisi seperti ini sering disebut HANA TAN HANA " ADA TIDAK ADA ".makdusnya TUHAN itu diyakin ada, tetapi tidak bisa dilihat mata dan diraba.

3. VIBHAWANAAMA, TUHAN dalam bentuk ini berwujud yang disebut AVATARA, " Turun Menyeberang ". TUHAN atau BRAHMAN dalam keadaan seperti inilah yang disebut SAGUNA atau SAKARA BRHMAN atau PERSONAL GOD.

4. Tuhan meresapi segalanya dalam bentuk ATMA atau ZAT KETUHANAN. Dalam bahasa SANSEKERTA ini disebut ANTARAATMANAAMA atau SARVA BHUTA ANTARAAYAAMI. Hal ini dinyatakan dalam ISA UPANISHAD,1. ISAVASYAM IDAM SARVAM , ISA meresapi semuanya, dalam BRHADAARANYAKA UPANISHAD," SARVA KHALVIDAN BRAHMAN " segalanya adalah BRAHMAN, didalam konsep bahasa Inggeris ini disebut MONOISME.

5. ARCHANANAAMA adalah TUHAN atau BRAHMAN yang diwujudkan dalam bentuk ARCA atau PERTIMA ( REPLIKA MINI ) seperti patung dari berbagai bahan dan wujud. Ini sangat umum dikalangan penyembah yang tergolong ALPHABUDHI, tetapi tidak pada 3 jenis penyembahan yang lain seperti para MUNI , DVIJA dan VIDHITAATMA.

Dengan uraian diatas dapat dirangkum bahwa KETUHANAN dalam agama HINDU sebenarnya merupakan kombinasi dari MONOTEISME TRANSENDEN , MONOTEISME IMANEN dan MONOISME. Apapun wujud dan rupanya TUHAN atau BRAHMAN diyakini hanya SATU, tidak ada duanya atau tiga. KEESAAN TUHAN seperti yang diyakini itu sangat banyak dinyatakan dalam berbagai mantra-mantra pustaka suci HINDU baik didalam VEDA UPANISHAD maupun PURAANA.

SALAM SEMANGAT API PANCASILA BHINNEKA TUNGGAL IKA ...

LESTARI WIDODO RAHAYU , RAHAYU , RAHAYU.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar